Jangan Pakai Linux !!!

December 18th, 2009

Ya! Buat kamu yang belum pernah mencoba menggunakan sistem operasi yang identik dengan logo pinguin ini, ada baiknya untuk tidak mencoba memakainya! Loh? Kenapa? Berikut beberapa alasan untuk tidak menggunakan Linux.

1. Linux itu susah!

Iya itu faktanya. Linux itu susah! Bener-bener susah! Sekali kamu coba memakainya maka akan sulit bagi kamu untuk tidak mengulangi untuk memakainya lagi. Linux bagai candu yang akan membuat pemakainya betah berlama-lama berinteraksi dengannya, dan seringkali memberikan pertanyaan-pertanyaan yang unik dan menarik.

2. Linux itu mainan para hacker!

Buat yang merasa dirinya bukan hacker, sangat disarankan untuk tidak memakai Linux. Mengapa? Iya, karena Linux akan membuat kamu mandiri.

Hmmm… mandiri?Contohnya?

Di Linux, kamu akan menemukan banyak hal baru dan menarik.Kamu akan terus mencoba dan mencoba. Sedikit demi sedikit ‘hack‘ pada sistem operasi ini akan kamu lakukan.

Hack? Iya, hack! Terdengar keren dan begitu geek, bukan? Semua itu legal untuk dilakukan di Linux, karena source codenya dengan mudah dapat kamu peroleh, kamu modifikasi, ubah sana, ubah sini, dan menyebarkannya ulang dengan bebas pula, selama tidak keluar dari ruang lingkup General Public License.

3. Linux itu merugikan!

Pihak-pihak yang mendukung konsep proprietary software tentulah akan merasa dirugikan. Mengapa? Karena bila semakin banyak pengguna Linux (dan open source) tentu lahan bisnis mereka akan semakin tergerus terus dan terus.

Tapi, tidak hanya kerugian dari segi finansial saja yang akan mereka dapat. Melainkan juga ada banyak keuntungan yang akan mereka peroleh, meskipun tidak mereka rasakan secara langsung. Contohnya? Karena software open source tersedia source codenya dengan bebas, maka pengembang software proprietary pun dapat ‘mengintip’ dan ‘mencomot’ beberapa bagian software yang mereka anggap menarik untuk kemudian diintegrasikan ke dalam software komersial mereka.

Duh, contohnya masih kurang nih! Oke… oke… Kita ambil contoh Sun Microsystems dengan software office suite mereka yang ternama, OpenOffice dan StarOffice. Hmmm… ada apa dengan OpenOffice dan StarOffice? Sungguh menarik melihat fenomena yang terjadi di sini. OpenOffice dibangun berdasarkan source code StarOffice, lisensi yang disematkan ke OpenOffice ini bersifat open source yang dikembangkan secara gotong royong dengan komunitas yang tersebar di seantero benua di muka bumi ini. Dari hasil pengembangan OpenOffice, Sun Microsystems kemudian mengambil beberapa bagian kodenya untuk kemudian diintegrasikan ke StarOffice dengan ditambahkan beberapa ‘hasil keringat’ ‘orang dalam’ Sun Microsystems. Lisensi StarOffice sendiri bersifat proprietary. Sebuah hubungan timbal balik yang unik dan saling menguntungkan, bukan?

4. Linux itu jelek dan tidak menarik
Pernyataan itu tidak salah, namun tidak juga benar. Bila kita melihat Linux secara parsial, yakni hanya kernel/intinya saja tentu pernyataan itu dapat dibenarkan. Apa sih yang bisa dilakukan oleh ’seonggok’ kernel? Dan meskipun kernel itu bisa dipakai, apa sih yang menarik dari tampilan command line based dengan background hitam dan teks putih saja?

Namun bila kita melihat Linux secara keseluruhan sebagai satu kesatuan sistem operasi yang komplit, dengan desktop environment dan lingkungan kerja berbasis GUI (Graphical User Interface) yang indah, kemungkinan kamu akan membantah pernyataan itu. Kasih contoh dong! Oke, mari kita tilik sejenak desktop GNOME atau KDE (atau yang lainnya) dengan Compiz enabled dan setting animasi desktop yang maksimal, saya yakin kamu akan takjub melihat keindahannya. Tidak percaya? Silakan berkunjung ke YouTube dan masukkan kata kunci pencarian “compiz desktop”, tonton salah satu video demonstrasinya.

5. Linux itu membingungkan
Amat sangat membingungkan! Itulah perasaan yang akan kamu temui saat pertama kali menatap ‘wajah’ Tux si pinguin ini. Bingung mau memakai distribusi Linux apa, bingung mau pakai software yang mana, bingung untuk menginstal aplikasi apa diantara sekian banyak aplikasi, bingung untuk memilih desktop environment (GNOME, KDE, Xfce, dsb), dan banyak kebingungan-kebingungan lain yang mungkin akan kamu jumpai.

Semua itu wajar. Di dunia Linux dan open source, freedom is the will. Saking beragamnya kebebasan yang ditawarkan, maka tidaklah mengherankan bila perkembangan Linux dan software open source pada umumnya dapat dibilang pesat.

Belum lagi ditambah dengan kebingungan mau bertanya kepada siapa bila nantinya kamu menemui kendala yang serius dikarenakan saking banyaknya LUG (Linux User Group) baik yang bertaraf lokal maupun internasional yang siap membantu menyelesaikan masalah yang kamu temui.

6. Linux itu mahal
Benar sekali! Linux itu mahal! Karena kamu ‘kemungkinan’ akan mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk mendapatkannya. Iya! Semahal satu dua keping CD/DVD blank untuk ‘membakar’ salinan/ISOnya.

Juga untuk membayar koneksi internet (bila ada) atau CD/DVD repository (paket software dalam CD/DVD). Kita ambil contoh DVD repository Ubuntu yang dijual di berbagai toko online, harganya berkisar antara 50.000 s.d 100.000 rupiah! Dudududu… mahal sekali…

Setuju! Mahal sekali biaya yang harus dikeluarkan demi mendapatkan tambahan paket software free dan open source berkualitas yang super lengkap dan super banyak! Coba bandingkan dengan harga satu lisensi sistem operasi proprietary yang harganya berkisar diatas US$ 100 atau harga lisensi untuk satu software proprietary yang harganya bervariasi mulai dari US$ 19.99 hingga ratusan dollar! Ah, jauh sekali perbedaannya. Linux memang mahal.

Ubuntu, melalui program shipitnya menawarkan pengiriman CD Ubuntu gratis ke seluruh penjuru dunia. Namun tidak sepenuhnya gratis! Melainkan mesti membayar ’semacam pajak yang entah terang atau gelap’ ke Kantor Pos, yang biayanya berkisar antara 5000 s.d 7000 rupiah. Mahalnya…

7. Linux itu membodohkan
Maksudnya?

Begini, betapa ‘bodoh’nya ‘orang-orang itu’, sudah capek-capek membuat program eh… kok malah diberikan begitu saja kepada orang lain, berikut source codenya pula! Tanpa meminta imbalan apa-apa! Logis nggak sih?

Melalui tindakan yang ‘bodoh’ itu, para programmer dan mereka yang berkecimpung di dunia open source telah berkontribusi yang tidak sedikit demi kemanusiaan dan perkembangan teknologi informasi untuk masa kini dan masa yang akan datang.

Melaui ‘kebodohan’ mereka pula, perkembangan software open source akan semakin cepat karena akan ada banyak orang yang turut berpartisipasi dalam mencari bugs yang mungkin ada untuk kemudian diperbaiki dan dioptimasi serta ditingkatkan fitur-fiturnya.

8. Linux itu berdosa
Ya, ‘berdosa’ kepada pengembang software proprietary karena tidak memberikan ‘pemasukan’ ke ‘kantong’ mereka dikarenakan software proprietary buatannya mendapatkan saingan dari software open source yang lebih murah, halal, dan legal dengan fitur yang tidak kalah (bahkan melebihi fitur-fitur yang ada pada software proprietary tersebut).

9. Linux itu menyedihkan
Sangat menyedihkan malah, bagaimana mungkin sistem operasi dengan usia yang relatif muda ini mampu berkembang pesat seperti sekarang ini, bahkan berani menghadapi sistem operasi proprietary yang telah dikembangkan jauh sebelumnya dan memiliki pangsa pasar yang tidak sedikit di seluruh dunia.

Bila dulu, banyak pihak yang meramalkan IBM OS/2 adalah sistem operasi masa depan, namun kenyataannya sekarang sungguh berbeda, OS/2 telah ‘down’ (bila tidak ingin dikatakan ‘mati’). Mari kita lihat bagaimana perkembangan Linux beserta software-software open source lainnya beberapa tahun kedepan.

Yup, diatas adalah beberapa alasan yang cukup logis untuk tidak memakai Linux. Sekarang terserah kepada kamu, masih mau memakai Linux?

Catatan:
* Tulisan diatas hanyalah sebuah pemikiran bodoh dari penulis yang hanya seorang lamer yang tidak tahu dan tidak mengerti apa-apa. Mohon maaf bila ada kata-kata yang salah dan kurang berkenan di hati para pembaca dan kepada Allah SWT penulis mohon ampun.


ICT

Ketika Cinta Bertasbih 1

June 16th, 2009

Dapat tulisan menarik neh.. lumayan buat di posting coz udah lama ga update Blog gara2 sibuk kerja n kuliah.. hampir 2 bulan kyknya negh blog di cuekin.. hehehehe.. tulisannya mengenai KCB yg katanya seh klo beli tiket ni hari nanti besok br bs di nonton.. maklum neh cuma tinggal di kota kecil jd ga da TO so hanya bs dengar temen cerita aja.. hehehe..

Ini neh tulisannya..

Bila kekecewaan bisa menjadi nilai jual, maka film ini berangkat dari semangat itu. Film ini menjual kekecewaan Habiburrahman El-Shirazy atas versi layar lebar novel pertamanya, “Ayat-ayat Cinta”, sekaligus tentu saja kekecewaan sebagian penontonnya. Saking ngototnya film ini untuk menjadi “pengobat” atas kekecewaan itu, sampai terjatuh ke dalam sikap kepanikan yang luar biasa menggelikan. Stempel “Dijamin Mesir Asli” di posternya membuat kita tak habis pikir: ini jualan film apa korma sih?

Bukan hanya posternya, film ini juga dibuka dengan menggelikan: Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin berperan sebagai dirinya sendiri, muncul dalam adegan pertemuan para mahasiswa Indonesia di Mesir yang diadakan di KBRI. Alice Norin sebagai Eliana, anak Duta Besar Indonesia untuk Mesir (diperankan Slamet Rahadjo) menyapa, dan Pak Din menjawab, “Saya lagi mampir dari pertemuan di Roma.” Mudah ditebak, adegan yang tidak berguna ini semata-mata dimaksudkan untuk menarik massa Muhammadiyah berbondong-bondong menonton film ini. Secara ya, bok, ketua umumnya jadi cameo! Tentu ini kemajuan dalam karier Pak Din di dunia film, setelah dalam “Ayat-ayat Cinta” tempo hari hanya “berperan” sebagai peng-endorse.

Film ini terbilang panjang, antara lain karena banyaknya adegan-adegan yang sebenarnya bisa dihilangkan, atau pun dialog yang berpanjang-panjang. Dan, karena ini merupakan bagian pertama dari dua seri, maka durasi yang panjang itu jadi terasa semakin panjang karena minim konflik. Ibaratnya, ini baru pemanasan. Saya tidak tahu, apakah lazim membuat film layar lebar berseri seperti ini. Yang jelas, di akhir film, penonton dikejutkan dengan tulisan “to be continued”, kemudian tertawa-tawa menyaksikan cuplikan-cuplikan adegan untuk “Ketika Cinta Bertasbih 2″. Jadi kayak nonton sinetron….

Cita rasa sinetron memang sudah tercium dari awal, ketika tokoh utama kita, pahlawan kita, Azzam (diperankan M. Kholidi Asadi Alam) bertemu dengan kawan lamanya, Furqan (Andi Arsyil) di acara makan bersama Pak Dubes. Ketika Azzam berpelukan dengan Furqan, lalu ngobrol kangen-kangenan, tampak sekali bahwa gambar mereka “di-crop” dengan latar belakang warna biru, sangat wagu, mengingatkan kita pada teknik efek komputer dalam film-film laga ber-dubbing andalan Indosiar. Pertanyaannya: ngapain dong jauh-jauh ke Mesir kalau masih ada adegan “blue screen” seperti itu? Adegan sinetron lainnya muncul ketika salah satu adik Azzam bercerita bahwa dia sangat rindu pada kakaknya itu, dan mendadak menangis tersedu-sedu. Sumpah, itu lebay seada-adanya! Tunggu juga saat ketika Azzam pulang ke Indonesia bareng Eliana, dan di bandara, karena Eliana ini konon pemain sinetron gitu di Tanah Air, maka para wartawan menyerbu dan mewawancarainya. Tanya sama kakak cewek atau nyokap, dalam hampir semua sinetron yang sedang tayang di TV saat ini, pasti ada adegan seperti itu.

Pada akhirnya, kengototan film ini untuk bersetia pada novelnya, ditambah dengan nafsu tak terkendalinya untuk menyaingi “Ayat-ayat Cinta” justru menjadi bumerang. Film ini jadi terasa datar, tanpa emosi, karena memaksakan adegan-adegan yang sebenarnya tidak berkontribusi terhadap keutuhan cerita. Misalnya, adegan ketika polisi Mesir menggeledah rumah kontrakan Azzam untuk mencari penjahat. Bagaimana pun, buku dan film merupakan media yang berbeda. Jika atas nama kekecewaan atas “Ayat-ayat Cinta” tempo hari, yang konon “menyeleweng” jauh dari bukunya, kemudian film ini dibikin sedemikian rupa agar sama persis dengan bukunya –lengkap dengan dialog-dialognya yang panjang– maka inilah hasilnya: bagi saya, film ini justru lebih mengecewakan ketimbang “Ayat-ayat Cinta”.

Dari segi cerita, pada dasarnya “Ketika Cinta Bertasbih” hanyalah pengulangan dari “Ayat-ayat Cinta”. Di sini, kita kembali bertemu dengan fantasi pria muslim atas jodoh-nya. Di satu sisi ada perempuan sekuler yang telah berganti-ganti pacar, di sisi lain, ada perempuan solehah yang bahkan belum pernah dia lihat wajahnya, namun begitu ia impikan untuk menjadi calon istrinya. Ketika berhadapan dengan Eliana, Azzam membayangkan perempuan itu mengenakan jilbab. Sementara, di pihak lain, dia ngotot ingin melamar perempuan bernama Anna Althafunnisa (Oki Setiana) hanya karena mendengar cerita tentang mahasiswi S-2 itu dari sopir Pak Dubes. Ternyata, oh ternyata, Anna sudah di-kitbah (dilamar) oleh sahabatnya sendiri, Furqan.

Dari awal kemunculannya, saya menduga Furqan ini akan menjadi tokoh antagonis. Dia anak orang kaya yang tinggal di apartemen mewah, dan S-2 pula. Sementara Azzam S-1 aja nggak lulus-lulus, karena sambil kuliah dari harus berjualan tempe. Saya kira, Azzam akan bersaing secara “jantan” dengan Furqan dalam memperebutkan Anna. Tapi, ternyata, pembuat cerita ini mengambil jalan pintas dengan menimpakan bencana pada Furqan. Ketika ia “ngungsi” ke hotel agar bisa berkonsentrasi mempersiapkan ujian tesisnya, dia malah mendapat musibah, difitnah cewek Italia dengan motif pemerasan. Ini tidak adil bagi penonton, juga bagi Furqan sendiri mengingat dia adalah pria baik-baik, seperti halnya Azzam. Di film ini, tak ada orang jahat. Teman Azzam yang lain, bernama Fadil, tidak berbuat apa-apa ketika cewek yang dicintainya tiba-tiba dilamar orang lain. Sambil menangis, Fadil merelakan dengan alasan, orang itu lebih pantas buat ceweknya. Semua orang dalam film ini berhati malaikat, sehingga nyaris tak punya jiwa, tidak “hidup”. Dan, konflik yang mereka hadapi hanyalah seputar urusan mencari jodoh. Kepada kawannya yang lain lagi, yang sedang kasmaran, Azzam memberi saran, “Makanya buruan dilamar, agar kamu tenang.”

Film ini adalah sebuah drama yang super-manis untuk orang-orang yang beriman. Segalanya begitu indah, tapi justru di situlah masalahnya. Bagaimana memberi konflik pada manusia-manusia yang sempurna ini? Furqan yang kaya tapi alim itu, akhirnya terinfensi HIV bukan karena dia berzina, melainkan karena disuntik virus itu oleh perempuan jahat yang konon anggota sindikat internasional. Selebihnya, semua baik-baik saja. Azzam akhirnya lulus setelah 9 tahun, Eliana pulang ke Jakarta untuk syuting sinetron barunya, dan berjanji akan mampir ke rumah Azzam di Kartasura. (”Kalau bisa datanglah dengan berbusana muslimah,” pesan Azzam). Namun, sebelum Eliana mewujudkan rencananya, Anna sudah lebih dulu datang ke rumah Azzam, sebelum Azzam sendiri pulang. Anna berteman dengan salah satu adik perempuan Azzam yang baru saja meluncurkan buku kumpulan cerpen. Dari sini kita sudah bisa menebak, bagaimana nanti Azzam dipertemukan dengan Ana, yang ternyata bertetangga-desa di Kartasura. Betapa indahnya hidup ini.

Sutradara Chaerul Umam menyia-nyiakan “Mesir asli”. Panorama Mesir terhampar dalam gambar-gambar yang kabur, sebagai background untuk creddit tittle di bagian awal. Penonton yang menduga akan dimanjakan dengan gambar-gambar indah nan eksotik dan ekslusif, terpaksa menelan ludah. Akting pemainnya banyak yang kaku, dan pemeran Anna itu, dengan sepasang pipinya yang chubby tak punya ekspresi lain kecuali tersenyum sepanjang film, dalam situasi apapun. Iklan Bank Syariah Mandiri muncul sampai tiga kali, vulgar dan bikin kita menjerit. Sementara iklan Yamaha Mio muncul lewat surat-menyurat antara Azzam dan adiknya di kampung. Dan, kalau antum jeli, silakan nanti dicari, di bagian mana ada iklan Vivanews dan kecap Korma. Subhanallah….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Jadi ingat waktu nonton film ayat ayat cinta yg waktu itu dengar org cerita klo banyak yg nangis waktu nonton tu film.. jujur sy sendiri pas nonton bareng temen malah ketawa2 aja.. adegannya sinetron abizz !! pokoknya ga banget deh ni film.. heran aja kok bisa2nya film kyk gtu buat org nangis..  Klo menurut pemikiranku seh knp banyak org melihat film seperti Ayat Ayat Cinta tuh bagus krn kebanyakan dr mereka pasti penggemar sinetron yg sama sekali ga mendidik.. parahhh… !! Kpn yah kira2 bangsa ini bs lebih dewasa n cerdas untuk memilih tontonan yg mendidik n lebih menarik…

SAY NO TO SINETRONNNN !!!!

Peace..

klo pembahasan ma isi tulisan ga nyambung mohon di maafkan.. hehehehe..

source : http://www.facebook.com/ext/share.php?sid=109088331634&h=tYhNH&u=EwfYN&ref=nf


Umum

Ksatria Templar ( Crusaider )

April 17th, 2009

Mungkin diatas judul tulisan yg cukup aneh.. Barusan td sy browsing2 di sebuah forum dapat artikel  mengenai Ksatria Templar so sy jd tertarik mengangkatnya untuk menjadi sebuah tulisan.. Mengapa??hmmmm.. sekitar 2 tahun lalu ada 1 film yg sy rasa tu film sangat menarik n mungkin bs salah satu Master Piece dalam dunia perfilman hollywood yg judulnya “The Da Vinci Code” sebuah film yg diangkat dr sebuah Novel dengan judul yg sama dr karya Dan Brown,yg pada saat peluncurannya menimbulkan banyak kontroversi bahkan boikot.Kontroversi itu sendiri terkait beberapa gambaran tentang aspek mendasar keyakinan Kristen. Novel dan film tersebut memuat gagasan-gagasan kurang lazim dan tidak dianut arus utama teologi kekristenan. Misalnya, di situ digemakan bahwa Yesus atau Isa Almasih bukanlah Tuhan, melainkan seorang manusia.Yang tak kalah menegangkan, Yesus juga diceritakan telah menikahi Maria Magdalena yang kemudian mengandung dan melahirkan anak-Nya. Karena itu, Magdalena mestinya mendapat penghormatan lebih. Sampai saat ini, masih dalam alur fiksi Brown, garis keturunan Yesus dari Magdalena masih eksis di Eropa.

Dalam film itu tersebut ada disinggung2 mengenai Ksatria Templar dan klo yg memperhatikan film ini secara seksama baik yg nonton lewat DVD/VCD ataupun yg telah diputar di station TV swasta ada bagian subtitle yg mungkin sengaja di sensor oleh lembaga sensor film di Indonesia yaitu pada saat adegan/scene saat langdon menjelaskan tentang Ksatria Templar pada Sofie di taman dan saat menjelaskan tentang Cawan Suci di rumah Teabing.

Bagi yg penasaran apa dan siapa sebenarnya Ksatria Templar dan apa hubungannya mereka dengan yg namanya “Cawan Suci”,mungkin tulisan dibawah ini bs membantu memberi sedikit pemahaman mengenai Ksatria Templar..

Ksatria Templar ( Crusaider )

Freemasonry sebagai organisasi rahasia, agama, sekaligus ideologi, tidak dapat dipisahkan dari Knights Templar (Ksatria Templar). Knight Templar adalah suatu ordo kesatria/ legiun pasukan perang yang paling ditakuti pada masa Usury (Sistem simpan-pinjam uang dengan bunga tinggi), dan pencetus alat tukar berupa cek pertama di Eropa di abad ke-13, dan menjadikan Paris sebagai pusat lalu lintas keuangan Eropa. Menguasai tanah yang luas di Eropa dan pendiri banyak sekali kastil dan biara yang tersebar dari Skotlandia hingga ke daerah Tanah Suci (Palestina), diyakini sebagai penemu dan pengawal tabut perjanjian (Ark of the Covenant)Mandillon asli. Menguasai keuangan Eropa pada abad pertengahan, dan merupakan ujung tombak pasukan Crusader di tanah suci. Musa, cawan perjamuan Kristus, dan

Tetapi mereka juga akhirnya harus dibinasakan oleh karena kekayaannya dan ketakutan yang datang dari para penguasa terhadap mereka. Bagaimanapun, kehancuran mereka yang dilakukan oleh raja Perancis Philip yang berkonspirasi dengan Paus Clement di pihak gereja Katolik dinilai terlalu cepat sehingga mengundang banyak pertanyaan tentang mereka. Puncaknya pembantaian besar-besaran terhadap para Templar yg dilakukan oleh inkuisisi Roma dengan berbagai tuduhan mulai dari perilaku seks menyimpang hingga pemujaan terhadap Baphomet. Hari penangkapan para Templar yang jatuh di hari Jumat tgl 13 itu hingga kini dianggap sebagai hari sial di dunia barat.

Vatikan memiliki banyak alasan buat membenci Templar. Salah satunya antara lain adalah struktur monastic yg dimiliki Templar membuat ordo tersebut tidak berada dibawah kontrol langsung dari Paus. Kekayaan dan kepemilikan Templar atas banyak sekali relik-relik suci dan naskah-naskah kudusnya juga merupakan ancaman bagi eksistensi gereja Katolik (bahkan fundamen ajaran Kristen) pada masanya. Relik-relik suci itu antara lain mulai dari kain Kafan Turin, Mandillon (lukisan darah wajah Yesus), cawan perjamuan terakhir, dan Tabut perjanjian Musa (Ark of Covenant) yg merupakan benda paling dicari sepanjang masa itu. Dan satu- satunya alasan bagi gereja supaya bisa menyita kekayaan pribadi/ organisasi tertentu adalah dengan tuduhan melakukan penyesatan dari ajaran gereja.

Pada abad pertengahan, inkuisisi memang terkenal sebagai alat Vatikan guna mencapai tujuan-tujuannya. Sebagian besar inkuisisi berakhir dgn disitanya harta/ tanah dari tertuduh (terfitnah) manjadi milik Vatikan atau berakhir lebih tragis dengan hukuman mati yg (biasanya) didasari tuduhan- tuduhan seperti penyembahan setan, dll.

Sejarah mencatat banyak sekali inkuisisi yg dilakukan Vatikan yg menimpa orang/ kaum/ organisasi tanpa bukti kuat. Dalam kasus Joan of Arc yang dihukum mati, akhirnya Vatikan mengakui kesalahannya dan mengangkat Joan of Arc menjadi Santa (orang kudus) lebih lima ratus tahun setelah dia dibakar hidup- hidup atas nama Vatikan sendiri dengan tuduhan melakukan praktek sihir!

Sedangkan alasan raja Perancis sendiri adalah memang masalah harta. Karena raja Perancis saat itu memiliki hutang yang cukup banyak pada ordo tersebut selain kekuasaannya yang perlahan merasa tersaingi oleh keberadaan ordo tersebut.

Namun yang perlu diketahui adalah tidak ada satupun harta maupun relik kudus yang ditemukan setelah terjadinya ‘holocaust’ tersebut kecuali ratusan Kesatria yang (anehnya) sukarela menyerahkan diri mengalami siksaan dengan tuduhan palsu tersebut. Para ahli banyak menduga bahwa ratusan Kesatria tersebut sengaja berkorban untuk melindungi relik paling suci mereka yaitu ‘The Holly Grail’ dan ‘Ark of the Covenant’. Hal itu dipicu dengan menghilangnya seluruh armada Templar dari pantai Perancis malam sebelum penangkapan besar-besaran tersebut.

Dari sudut Secret Society, penangkapan Ordo Templar, merupakan salah satu cara untuk kembali meng-secret society-kan ordo tersebut dan menyatukannya kembali dengan Ordo Zion setelah Templar berhasil menunaikan tugas mereka di tanah suci selama perang salib. Tugas utama yang dirahasiakan bukanlah untuk berperang melawan kaum Islam atau melindungi para peziarah, melainkan menemukan dan mengamankan relik paling suci yg ada yaitu ‘Holly Grail’ dan ‘Ark of the Covenant’.

Tiga hal menarik sebagai informasi:

1. Perkataan Friday the 13th yg sampai saat ini kondang diseluruh dunia (khususnya dunia barat) sebagai hari sial bermula dari peristiwa hari Jumat/ Black Friday 13 Oktober 1307 tersebut.

2. 19 Maret 1314, Grand Master Templar terakhir, Jacques De Molay akhirnya dihukum mati dengan dibakar hidup-hidup setelah mengalami penyiksaan selama tujuh tahun sejak 13 Oktober 1307. Penahanan dan penyiksaan yang lama dilakukan sebenarnya karena pihak Inquisitor berusaha memaksanya untuk buka mulut soal keberadaan Relik suci tersebut. Akan tetapi De Molay setia pada janjinya sebagai pelindung Holly Grail tsb.

De Molay dibakar bersama Geofri De Charney (Templar Perceptor of Normandy) dan pada saat dia dibakar hidup- hidup, sebelum ajal De Molay sempat mengutuk Raja Philip dan Paus Clement, dia berkata bahwa mereka berdua akan segera menyusul kematiannya di tahun yg sama.

Believe it or not, Paus Clement meninggal hanya satu bulan sesudah De Molay dihukum mati dan raja Phillip hanya tujuh bulan setelah peristiwa itu.

3. Adanya hubungan antara legenda bajak laut di Karibia dengan Templar. Sejak armada Templar menghilang dari pelabuhan La Rochele, Perancis, satu hari sebelum ‘holocaust’ berlangsung, banyak penyelidik yakin bahwa armada Templar mengganti lambang Salib merah berujung delapan menjadi lambang tengkorak dan tulang menyilang (skull & crossbone) untuk mengenang ‘holocaust’ tersebut.

Di Inggris banyak sekali makam-makam templar yang pada nisannya terukir lambang tersebut. Oleh para pelaut abad ke 15 -16 lambang tersebut kemudian terkenal dgn sebutan ‘Jolly Rogers’.

:)

Umum

Akhirnya bisa Online lagi ni BLOG..

April 10th, 2009

Setelah hampir 3 minggu BLOG ku ga bs diakses org akibat Hosting yg bermasalah.. Dan bukan sekedar bermasalah seh,malah 30 % postinganku di hosting sebelumnya ilang semua filenya gara2 databasenya ga bisa diakses lagi.. Hikz..hikz.. Untungnya masih ada postingan2ku yg tersimpan software BLOG OFFLINE Zoundry Raven..  So sy ga harus memulai BLOG ku ini dari 0 lagi,tp komen2 di postingan dulu ilang semua… :(

Kejadian 3 minggu yg ini memberi pelajaran berharga buat sy yaitu jangan sekali2 nebeng hosting di servernya org tanpa ada back up database dari kita sendiri.. Hehehehehe.. Sy mw mengucapkan terima kasih ma Zoundry Raven yg udah menyelamatkan posting2anku yg lain..

Ok.. Dengan t4 hosting yg baru ini semoga BLOG ini bs tetap eksis n jd t4 untuk sharing2 info dan pengetahuan..

:) :)

Umum

Asal Muasal Kata Makassar..

April 1st, 2009

“Akkasaraki Nabbiya” yang artinya Nabi menampakkan diri adalah muasal dan nilai luhur makna nama MAKASSAR. Bila kita melihat sejenak kota anging mammiri ini yang sangat kental akan kebudayaan dan nilai-nilai kearifan lokalnya dan marilah sejenak kita melihat kebelakang sedikit agar mengetahui bagaimana sih Asal Muasal Nama Makassar yang serat akan makna-makna dan kearifan-kearifan lokal Kebudayaan Klasik yang masih terjaga hingga kini.

A. Sejarah Nama Makassar
Tiga hari berturut-turut Baginda Raja Tallo ke-VI Mangkubumi Kerajaan Gowa, I Mallingkaang Daeng Mannyonri KaraEng Katangka yang merangkap Tuma’bicara Butta ri Gowa (lahir tahun 1573), bermimpi melihat cahaya bersinar yang muncul dari Tallo. Cahaya kemilau nan indah itu memancar keseluruh Butta Gowa lalu ke negeri sahabat lainnya.
Bersamaan di malam ketiga itu, yakni malam Jum’at tanggal 9 Jumadil Awal 1014 H atau tanggal 22 September 1605 M. (Darwa rasyid MS., Peristiwa Tahun-tahun Bersejarah Sulawesi Selatan dari Abad ke XIV s/d XIX, hal.36), di bibir pantai Tallo merapat sebuah perahu kecil. Layarnya terbuat dari sorban, berkibar kencang. Nampak sesosok lelaki menambatkan perahunya lalu melakukan gerakan-gerakan aneh. Lelaki itu ternyata melakukan sholat. Cahaya yang terpancar dari tubuh Ielaki itu menjadikan pemandangan yang menggemparkan penduduk Tallo, yang sontak ramai membicarakannya hingga sampai ke telinga Baginda KaraEng Katangka. Di pagi buta itu, Baginda bergegas ke pantai. Tapi tiba-tiba lelaki itu sudah muncul ‘menghadang’ di gerbang istana. Berjubah putih dengan sorban berwarna hijau. Wajahnya teduh. Seluruh tubuhnya memancarkan cahaya.

Lelaki itu menjabat tangan Baginda Raja yang tengah kaku lantaran takjub. Digenggamnya tangan itu lalu menulis kalimat di telapak tangan Baginda “Perlihatkan tulisan ini pada lelaki yang sebentar lagi datang merapat di pantai,” perintah lelaki itu lalu menghilang begitu saja. Baginda terperanjat. la meraba-raba matanya untuk memastikan ia tidak sedang bermimpi. Dilihatnya telapak tangannya tulisan itu ternyata jelas adanya. Baginda KaraEng Katangka lalu bergegas ke pantai. Betul saja, seorang lelaki tampak tengah menambat perahu, dan menyambut kedatangan beliau.

Baginda menceritakan pengalamannya tadi dan menunjukkan tulisan di telapak tangannya pada lelaki itu. “Berbahagialah Baginda. Tulisan ini adalah dua kalimat syahadat,” kata lelaki itu. Adapun lelaki yang menuliskannya adalah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassallam sendiri. Baginda Nabi telah menampakkan diri di Negeri Baginda.

Peristiwa ini dipercaya sebagai jejak sejarah asal-usul nama “Makassar”, yakni diambil dari nama “Akkasaraki Nabbiya”, artinya Nabi menampakkan diri.

B. Makna Sejarah Dan Bahasa Dalam Nama Makassar
Lebih jauh, penyusuran asal nama “Makassar” dapat ditinjau dari beberapa segi, yaitu:

* MAKNA. Untuk menjadi manusia sempurna perlu “Ampakasaraki”, yaitu menjelmakan (menjasmanikan) apa yang terkandung dalam bathin itu diwujudkan dengan perbuatan. “Mangkasarak” mewujudkan dirinya sebagai manusia sempurna dengan ajaran TAO atau TAU (ilmu keyakinan bathin). Bukan seperti yang dipahami sebagian orang bahwa “Mangkasarak” orang kasar yang mudah tersinggung. Sebenarnya orang yang mudah tersinggung itu adalah orang yang halus perasaannya.
* SEJARAH. Sumber-sumber Portugis pada permulaan abad ke-16 telah mencatat nama “Makassar”. Abad ke-16 “Makassar” sudah menjadi ibu kota Kerajaan Gowa. Dan pada Abad itu pula, Makassar sebagai ibu kota sudah dikenal oleh bangsa asing. Bahkan dalam syair ke-14 Nagarakertagama karangan Prapanca (1365) nama Makassar telah tercantum.
* BAHASA. Dari segi Etimologi (Daeng Ngewa, 1972:1-2), Makassar berasal dati kata “Mangkasarak” yang terdiri atas dua morfem ikat “mang” dan morfem bebas “kasarak”. Morfem ikat “mang” mengandung arti: a). Memiliki sifat seperti yang terkandung dalam kata dasarnya. b). Menjadi atau menjelmakan diri seperti yang dinyatakan oleh kata dasarnya. ¬Morfem bebas “kasarak” mengandung (arti: a). Terang, nyata, jelas, tegas. b). Nampak dari penjelasan. c). Besar (lawan kecil atau halus).

Betapa mulai dan serat akan makna-makna Nama Makassar itu. kini Makassar sebuah kota pariwisatan yang telah besar. dengan menjaga Kebudayaan Klasik yang terus dipercaya oleh para masyarakat makassar.

Umum